April 29, 2025

Subangjawara : Nama Kota di Indonesia Menurut Provinsi

Indonesia sebuah Negara Kesatuan yang Berbentuk Republik yang Memiliki Provinsi

Silsilah Kota Ubud
2025-03-03 | admin9

Sejarah Ubud tour murah di bali, liburan murah di bali Bali Tours Club

Ubud begitu populer sebagai tujuan liburan dan wisata, bahkan berkembang menjadi pusat pariwisata di Bali. Hampir setiap wisatawan yang merencanakan apalagi sedang liburan di Bali, menjadikan Ubud yang berlokasi di kabupaten Gianyar ini sebagai tujuan wisata dan tour favorit pilihan mereka.

Di luar kepopuleran Ubud, tahukah anda akan sejarah Ubud yang berhubungan dengan masa tempo dulu dari jaman Bali kuno, yang berkaitan dengan jaman kerajaan, jaman penjajahan Belanda dan akhirnya berkembang menjadi salah satu pusat pariwisata di Bali sampai sekarang ini.

Tentu bagi sebagian orang yang suka akan sejarah masa lalu suatu tempat, apalagi sekarang menjadi tempat yang populer, maka sejarah Ubud cukup penting untuk diketahui.

Dalam sejarah perkembangan Ubud, kawasan ini berkembang juga menjadi pusat seni di Bali, termasuk suguhan budaya Bali yang kental.

Sehingga wisatawan yang jenuh akan hingar-bingar di kota-kota besar, maka Ubud di Gianyar ini akan memberikan pilihan berbeda untuk mereka, sebuah tempat spesial yang akan memberikan pengalaman liburan baru.

Baca Juga : Langkah Inisiatif Mitsubishi Bangun Dunia Pendidikan

Berada di sini, anda akan bisa menikmati suasana alam cantik dengan balutan budaya lokal yang kental, serta berbagai suguhan seni, seperti seni tari, musik tradisional Bali, seni ukir dan juga seni lukis, termasuk situs yang berhubungan dengan sejarah masa lalu Ubud.

Sejarah Rsi Markandeya di Ubud

Seperti catatan sejarah Bali kuno yang ditemukan pada lontar-lontar kuno, sejarah Ubud https://www.braxtonatlakenorman.com/ berkaitan juga dengan seorang tokoh Hindu yang berasal dari India, seorang maha yogi bernama Rsi Markandeya datang ke Bali pada abad ke-8.

Beliau dapat pewisik (wangsit) untuk datang ke Bali yang mana sebelum tiba di Bali, Maha Rsi berada di Jawa beliau bertapa di Gunung Dieng Jawa Tengah, kemudian ke di Gunung Rawung Jawa timur, setelah beliau mendapat pewisik, baru kemudian datang ke Bali.

Mulailah datang dengan pengikutnya ke Bali menuju lereng Gunung Agung untuk merambah hutan, dengan berbagai rintangan, sampai akhirnya ditanam 5 jenis logam (Panca Dathu) yang juga menjadi sejarah awal pembangunan Pura Besakih, yang sekarang merupakan pura terbesar di Bali.

Dalam perjalanan sejarah Rsi Markandeya di Bali, beliau memang membangun sejumlah pura, sempat juga singgah di kawasan Ubud, tepatnya di daerah Campuhan.

Sang Rsi merasakan energi spiritual yang kuat di kawasan Campuhan ini, yang mana sekarang di sini berdiri Pura Gunung Lebah yang dibelakang pura tersebut ada sebuah bukit kecil, masuk dalam kawasan suci Gunung Lebah, tempat tersebut adalah Bukit Campuhan yang sekarang menjadi objek wisata di wilayah Ubud.

Kawasan ini sampai sekarang menjadi kawasan suci dan diyakini memiliki aura spiritual yang kuat, dan menjadi salah satu pura kuno di Bali.

Rsi Markandeya mengenalkan sistem pengairan di wilayah Ubud, kontur tanah miring ini sangat ideal untuk persawahan berundak, dengan sistem pengairan yang tepat, membuat kawasan ini banyak ditemukan sawah terasering.

Sekarang sawah berundak tersebut berkembang menjadi tujuan wisata, menyuguhkan panorama cantik, seperti yang anda temukan di kawasan Tegalalang, Gianyar.

Dikembangkan sebagai wilayah pertanian, kawasan ini juga ditanami bahan-bahan untuk obat (ubad), sebagai bahan pengobatan tradisional. Ubad (obat) tersebut diperkirakan asal dari nama “Ubud” yang kita kenal sampai sekarang ini.

Sejarah Ubud pada jaman Kerajaan

Keberadaan Ubud berkaitan juga dengan sejarah runtuhnya kerajaan Majapahit, yang mana pada saat runtuhnya kerajaan tersebut di abad ke-15, para bangsawan kerajaan berbondong-bondong eksodus ke wilayah Timur yaitu ke pulau Bali.

Kerajaan Gelgel adalah tempat bagi para bangsawan kerajaan Majapahit untuk berlindung. Para bangsawan ini juga sangat mempengaruhi budaya masyarakat Bali, terutama sistem kasta yang masih cukup kental bahkan sampai saat ini.

Kemudian pada abad ke-17 mulailah banyak berdiri kerajaan di Bali, termasuk juga ke wilayah Ubud, di kawasan ini dibangun rumah para bangsawan yang dikenal dengan nama puri.

Share: Facebook Twitter Linkedin
Prabowo Subianto & Gibran Rakabuming Raka
2024-08-02 | admin9

Dengan Pemerintahan Prabowo-Gibran Baru Saja Dimulai

Untuk melanjutkan pemerintahan dari mantan presiden Jokowi, Kini putusan dari mahkamah konstitusi akan menetapkan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang sebagai pemenang pemilihan presiden 2024. Pasangan presiden terpilih lewat perolehan hasil pemilu 2024.

Dengan ingin membentuk Indonesia semakin maju, strategi yang akan di usung oleh kedua pasangan ini akan dibuktikan dalam masa pemerintahannya.

Usung anggota dalam pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka

Dalam misi dan visi prabowo-gibran pastinya mempunyai anggota dalam membentuk pemerintahan 2024-2029. Berikut nama-nama yang telah diusung dalam pemerintahan Prabowo dan Gibran :

* Angota DPR Golkar dari Provinsi Aceh
– Teuku Zulkarnaini (Dapil Aceh 1)
– Ilham Pangestu (Dapil Aceh 2)
– Samsul Bahri (Dapil Aceh 3)

* Angota DPR Golkar dari Provinsi Bengkulu
– Derta Rohidin

* Anggota DPR Golkar dari Provinsi Jambi
– Cek Endra
– Hasan Basri Agus

Baca Juga :

Tinjau Pembangunan Infrastruktur IKN Serta Kesiapan Jelang HUT RI Mendatang

Jusuf Hamka Menagih Hutang Kepada Negara

* Anggota DPR Golkar dari Provinsi Bangka Belitung
– Bambang Patijaya

* Anggota DPR Golkar dari Provinsi Kepulauan Riau
– Rizki Faisal

* Anggota DPR Golkar dari Provinsi Lampung
– Rycko Menoza (Dapil Lampung 1)
– Hanan A. Rozak (Dapil Lampung 2)
– Aprozi Alam (Dapil Lampung 2)

* Anggota DPR Golkar dari Provinsi Riau
– Karmila Sari (Dapil Riau 1)
– Syamsuar (Dapil Riau 1)
– Yulisman (Dapil Riau 2)

* Anggota DPR Golkar dari Provinsi Sumatera Barat
– Zigo Rolanda (Dapil Sumbar 1)
– Benny Utama (Dapil Sumbar 2)

* Anggota DPR Golkar dari Provinsi Sumatera Selatan
– Yudha Novanza (Dapil Sumsel 1)
– Kahar Muzakir (Dapil Sumsel 1)
– Dewi Yustisiana (Dapil Sumsel 2)

* Anggota DPR Golkar dari Provinsi Sumatera Utara
– Musa Rajekshah (Dapil Sumut 1)
– Meutya Hafid (Dapil Sumut 1)
– Lamhot Sinaga (Dapil Sumut 2)
– Andar Amin H. (Dapil Sumut 2)
– Trinovi Kharini (Dapil Sumut 2)
– Ahmad Doli Kurnia (Dapil Sumut 3)
– Delia P. Sitepu (Dapil Sumut 3)
– Mangihut Sinaga (Dapil Sumut 3)

* Anggota DPR Golkar dari Provinsi Banten
– Adde Rosi (Dapil Banten 1)
– Tubagus Haerul (Dapil Banten 2)
– Andi Achmad Dara (Dapil Banten 3)
– Airin Rachmi (Dapil Banten 3)

* Anggota DPR Golkar dari Provinsi DKI Jakarta
– Abraham Sridjaja (Dapil DKI Jakarta 2)
– Erwin Aksa (Dapil DKI Jakarta 3)

* Anggota DPR Golkar dari Provinsi Jawa Barat
– Atalia Praratya (Dapil Jabar 1)
– Nurul Arifin (Dapil Jabar 1)
– Ace Hasan Syadzilu (Dapil Jabar 2)
– Dadang Naser (Dapil Jabar 2)
– Budhy Setiawan (Dapil Jabar 3)
– Ilham Permana (Dapil Jabar 3)
– Dewi Asmara (Dapil Jabar 4)
– Ravinda Airlangga (Dapil Jabar 5)
– Ranny Fahd Arafiq (Dapil Jabar 6)
– Puteri Komarudin (Dapil Jabar 7)
– Dave Laksono (Dapil Jabar 8)
– Daniel Mutaqien (Dapil Jabar 8)
– Galih Kartasasmita (Dapil Jabar 9)
– Elita Budiati (Dapil Jabar 9)
– Agun Gunandjar (Dapil Jabar 10)
– Ferdiansyah (Dapil Jabar 11)
– Ade Ginanjar (Dapil Jabar 11)

* Anggota DPR Golkar dari Provinsi D. I. Yogyakarta
– Gandung Pardiman

* Anggota DPR Golkar dari Provinsi Jawa Tengah
– Firnando (Dapil Jateng 1)
– Nusron Wahid (Dapil Jateng 2)
– Jamaludin Malik (Dapil Jateng 2)
– Firman Soebagyo (Dapil Jateng 3)
– Juliyatmono (Dapil Jateng 4)
– Singguh (Dapil Jateng 5)
– Panggah Susanto (Dapil Jateng 6)
– Bambang Soesatyo (Dapil Jateng 7)
– Teti Rohatiningsih (Dapil Jateng 8)
– Agung Widyantoro (Dapil Jateng 9)
– Doni Akbar (Dapil Jateng 10)
– Ashraff Abu (Dapil Jateng 10)

* Anggota DPR Golkar dari Provinsi Jawa Timur
– Adies Kadir (Dapil Jatim 1)
– M. Misbakhun (Dapil Jatim 2)
– Zulfikar Arse (Dapil Jatim 3)
– Nur Purnamasidi (Dapil Jatim 4)
– Ahmad Irawan (Dapil Jatim 5)
– Heru Tjahjono (Dapil Jatim 6)
– M. Sarmuji (Dapil Jatim 6)
– Ali Mufthi (Dapil Jatim 7)
– Yahya Zaini (Dapil Jatim 8)
– Eko Wahyudi (Dapil Jatim 9)
– Haeny Rini (Dapil Jatim 9)
– Ahmad Labib (Dapil Jatim 10)
– Eric Hermawan (Dapil Jatim 11)

* Anggota DPR Golkar dari Provinsi Gorontalo
– Rusli Habibe

* Anggota DPR Golkar dari Provinsi Kalimantan Barat
– Maman Abdurrahman (Dapil Kalbar 1)
– Asia Sidot (Dapil Kalbar 2)

* Anggota DPR Golkar dari Provinsi Kalimantan Selatan
– Bambang Heri (Dapil Kalsel 1)
– Sandi F. Noor (Dapil Kalsel 1)
– Hasnuryadi (Dapil Kalsel 2)

* Anggota DPR Golkar dari Provinsi Kalimantan Tengah
– Mukhtarudin

* Anggota DPR Golkar dari Provinsi Kalimantan Timur
– Rudy Mas’ud
– Hetifah Sjaifudian

* Anggota DPR Golkar dari Provinsi Sulawesi Selatan
– Hamka B. Kady (Dapil Sulawesi Selatan 1)
– Nurdin Halid (Dapil Sulawesi Selatan 2)
– Taufan Pawe (Dapil Sulawesi Selatan 2)
– Muhammad Fauzi (Dapil Sulawesi Selatan 3)

* Anggota DPR Golkar dari Provinsi Sulawesi Tengah
– Beniyanto
– Muhidin M. Said

* Anggota DPR Golkar dari Provinsi Sulawesi Tenggara
– Ridwan Bae

* Anggota DPR Golkar dari Provinsi Sulawesi Utara
– Christiany Paruntu

* Anggota DPR Golkar dari Provinsi Bali
– Sumarjaya Linggih

* Anggota DPR Golkar dari Provinsi Maluku Utara
– Alien Mus

* Anggota DPR Golkar dari Provinsi Nusa Tenggara Barat
– Sari Yuliati

* Anggota DPR Golkar dari Provinsi Nusa Tenggara Timur
– Melchias Mekeng (Dapil NTT 1)
– Melkiades Laka Lena (Dapil NTT 2)
– Gavriel Novanto (Dapil NTT 2)

* Anggota DPR Golkar dari Provinsi Papua Barat
– Alfons Manibui

* Anggota DPR Golkar dari Provinsi Papua Barat Daya
– Robert Kardinal

* Anggota DPR Golkar dari Provinsi Papua Tengah
– Soedeson Tandra.

Share: Facebook Twitter Linkedin